Saturday, January 28, 2012

Bill Gates dan Kedermawanan Rp6,8 Triliun

Karena krisis global, The Global Fund kini kesulitan menggalang dana.

 

VIVAnews - Tepuk tangan membahana di suatu sesi khusus Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2012 di Davos, Swiss, beberapa saat setelah Bill Gates menyampaikan pernyataan yang tampaknya sudah ditunggu-tunggu.
Pendiri dan pemilik Microsoft itu berjanji kembali menyumbang, kali ini sebesar US$750 juta. Tujuannya untuk membantu pembiayaan kampanye mengatasi AIDS dan tubercolosis serta malaria. Gates melontarkan komitmen baru itu di depan para politisi elit dan eksekutif terkemuka dalam forum tahunan WEF di kawasan tetirah mewah di kaki Pegunungan Alpen, Davos.

Komitmen itu sangat berarti saat sejumlah pemerintah negara maju dan korporat besar, yang selama ini menjadi donatur, mulai kesulitan untuk terus menyumbang saat mereka tengah didera krisis keuangan. Gates menyadari situasi global yang tidak menguntungkan itu, namun dia tetap berkomitmen untuk membantu.

Bagi dia, kampanye menyelamatkan banyak nyawa di penjuru dunia akibat tiga penyakit maut--yaitu AIDS, TBC dan malaria--jauh lebih penting ketimbang menghitung rugi laba korporat. "Kini saat-saat yang sulit, namun bukan alasan untuk memotong bantuan bagi yang paling kesusahan di dunia," kata Gates saat berbicara di WEF, 26 Januari 2012, seperti dikutip kantor berita Reuters

Meski nilainya tidak sebanyak yang biasa disumbang pemerintah sejumlah negara donatur, di tingkat perorangan bantuan itu tergolong sangat besar. Lebih penting lagi, bantuan dari Gates itu dapat menjadi simbol bahwa satu individu pun bisa memberi sumbangan yang begitu besar bagi kemanusiaan.

Apalagi Gates dan Melinda rajin mengkampanyekan semangat memberi bagi mereka yang membutuhkan. Menurut majalah Forbes, makin banyak pengusaha yang berkategori miliarder, namun masih sedikit saja yang menyumbang bagi kemanusiaan. 

"Ini sangat penting karena kita mendapat dukungan dari seorang individu yang berlatar belakang pebisnis," kata Jon Liden, juru bicara The Global Fund. Dengan kerajaan Microsoft yang dia dirikan, Gates--menurut majalah Forbes --memiliki aset kekayaan US$59 miliar.    

Menurut Gates, komitmen baru itu akan disalurkan melalui Yayasan Bill & Melinda Gates kepada organisasi The Global Fund to Fight AIDS, Tubercolosis, and Malaria.
Bukan kali ini saja Gates memberi bantuan.
Yayasan yang didirikan Gates dan istrinya itu sudah menyumbang The Global Fund sebesar US$650 juta sejak organisasi tersebut didirikan 10 tahun lalu.
Menurut harian The New York Times, The Global Fund telah mendanai pengadaan obat bagi lebih dari tiga juta penderita AIDS yang hidup berkekurangan dan juga menyalurkan lebih dari 200 juta kelambu untuk mencegah malaria. Organisasi itu pun telah mencegah lebih dari empat juta orang mati karena TBC.

Namun, memasuki usianya yang ke-10 tahun, The Global Fund kesulitan untuk menggalang dana. Dalam acara penggalangan dana terakhir, organisasi yang berbasis di Jenewa dan beroperasi di 150 negara itu tidak bisa mencapai target, yaitu US$13 miliar, untuk melanjutkan program-program bantuan yang telah berjalan.

Program baru pun tidak mungkin mereka buat. Tahun lalu, The Global Fund bahkan sempat menyatakan bahwa tidak akan ada pendanaan atau program baru hingga 2014.
Penyelewengan bantuan
Di tengah sulitnya mencari dana baru, The Global Fund mengalami masalah internal. Direktur eksekutif organisasi itu, Michel Kazatchkine, mengundurkan diri setelah muncul tudingan penyalahgunaan dana dan pememotongan bantuan. 

Beberapa pemerintah yang selama ini rutin menjadi donatur akhir-akhir ini enggan mengucurkan bantuan baru karena sejumlah sebab. Ada pemerintah yang mengaku tengah kesulitan anggaran, namun ada pula yang curiga bahwa dana bantuan di negara-negara penerima masuk ke kantong yang salah--dengan kata lain dicuri.

Kendati jumlah per kasus relatif tidak besar, pencurian dana bantuan itu belakangan ini sering menjadi berita utama media massa mancanegara. Ini menjadi bahan perdebatan bagi kalangan penentang bantuan untuk kalangan asing di negara-negara donatur. Itulah sebabnya sejumlah negara donatur seperti Jerman dan Swedia membekukan sementara donasi mereka.

Gates menyatakan bahwa memang pada tingkat tertentu pencurian bantuan sulit dihindari. Namun, bantuan-bantuan asing itu lebih banyak memberi manfaat daripada mengundang mudarat. Soal ada penyelewengan dalam penyaluran bantuan, itu masih bisa diatasi.  

Bahkan Gates menilai bahwa The Global Fund masih relatif baik dalam segi transparansi penggunaan dan penyaluran dana bantuan. Menurut dia organisasi-organisasi lain pun bermasalah dengan penyelewangan keuangan.

"Bila kita ingin melaksanakan sejumlah program kesehatan di Afrika, kita mungkin mengalami ada sejumlah persentase [bantuan] yang disalahgunakan," kata Gates. "Kita telah melihat di mana mereka menemukan uang yang tidak digunakan secara mestinya dan bagaimana melacaknya. Nyatanya fungsi check and balance telah berjalan."

Mengenai kampanye mengatasi AIDS, Gates pun sempat mengusulkan agar ada terobosan radikal dalam penelitian medis sehingga bisa menciptakan vaksin ampuh yang bisa mematikan HIV, virus penyebab AIDS. Pihak-pihak lain pun harus dilibatkan untuk mendanai pasokan seperti obat anti penularan. (kd)

 

 

sumber : http://fokus.vivanews.com/news/read/283512-sikap-dermawan-ala-bill-gates

No comments:

Post a Comment